Kehadiran Bank Syariah Indonesi Diyakini Makin Efektifkan Prinsip Keuangan Berkelanjutan

Kehadiran PT Bank Syariah Indonesia Tbk dinilai akan mendorong penerapan prinsip keuangan berkelanjutan (sustainability finance) makin efektif dan kuat. Ketua National Center for Sustainability Reporting (NCSR) Ali Darwin mengatakan dampak positif kehadiran Bank Syariah Indonesia (BSI) terhadap penerapan keuangan berkelanjutan bisa terealisasi bila diikuti dengan kesiapan para tenaga kerja untuk mengimplementasikan nilai nilai sustainable finance. “Dengan adanya Bank Syariah Indonesia, diperkirakan penerapan keuangan berkelanjutan semakin efektif terutama dari perspektif Islam. Sebab itu kapasitas building terkait pengintegrasian keuangan berkelanjutan dalam prinsip dan standar syariah harus dilakukan ke seluruh jajaran BSI,” ujar Ali kepada wartawan, Selasa (2/2/2021).

Selain meningkatkan kapasitas sumber daya manusia (SDM), Bank Syariah Indonesia juga diharapkan memiliki panduan agar penerapan sistem keuangan berkelanjutan benar benar terealisasi dalam aktivitas sehari hari bank ini. Panduan ini dibutuhkan agar Bank Syariah Indonesia memiliki tolak ukur selama masa transisi atau penyesuaian kerja pasca merger rampung. “Seiring dengan peningkatan kapasitas, perlu manual sistem keuangan berkelanjutan bagi BSI dalam rangka melakukan penyesuaian penyesesuaian sebagaimana diamanatkan oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK),” ujarnya.

Prinsip keuangan berkelanjutan harus dimiliki seluruh pelaku industri keuangan di Indonesia, sesuai Roadmap Keuangan Berkelanjutan yang telah disusun Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Penerapan prinsip berkelanjutan diperlukan untuk mempercepat transisi pertumbuhan ekonomi dari model konvensional menjadi lebih ramah lingkungan dan memerhatikan aspek sosial, lingkungan, serta tata kelola. Dalam Roadmap Keuangan Berkelanjutan Tahap I yang disusun OJK, telah ada beberapa capaian seperti pengenalan prinsip keuangan berkelanjutan, pengelompokan kriteria usaha berkelanjutan, pengembangan insentif serta pelaksanaan sosialisasi dan pelatihan bagi industri keuangan.

“Keuangan Berkelanjutan merupakan suatu dukungan menyeluruh dari sektor jasa keuangan untuk menciptakan pertumbuhan ekonomi berkelanjutan dengan menyelaraskan kepentingan ekonomi, sosial, dan lingkungan hidup." "Tantangan terbesar dalam menerapkan keuangan berkelanjutan adalah meyakinkan pelaku usaha dan masyarakat bahwa upaya untuk menghasilkan keuntungan akan lebih baik dan langgeng jika dilakukan dengan mempertimbangkan sumber daya alam dan dampak sosial kepada masyarakat. Hal ini yang dikenal sebagai prinsip profit, people, planet (3P),” tulis OJK dalam Roadmap Keuangan Berkelanjutan Tahap II (2021 2025). Bank Syariah Indonesia sebagai entitas baru hasil penggabungan tiga bank syariah Himbara, kehadirannya telah diresmikan oleh Presiden Joko Widodo di Istana Negara, Jakarta pada Senin (1/2/2021).

Presiden menaruh harapan besar agar Bank Syariah Indonesia memberikan kontribusi besar dalam pengembangan ekonomi syariah yang mensejahterakan umat dan mensejahterakan seluruh rakyat Indonesia. “Saya mengharapkan Bank Syariah Indonesia harus jeli dan gesit menangkap peluang. Harus mampu menciptakan tren tren baru dalam perbankan syariah dan bukan hanya mengikuti tren yang sudah ada,” ujar Presiden Jokowi.

Leave a Reply

Your email address will not be published.